Tunas Akara
Kembali ke Blog

LoRaWAN atau Seluler untuk IoT di Indonesia

WiFi, 4G, NB-IoT, atau LoRaWAN untuk perangkat di Indonesia: aturan frekuensi 920-923 MHz, titik lemah tiap pilihan, dan hitungan biaya tahunannya.

oleh RayhanDiperbarui 9 menit baca

Untuk Bisnis

iotlorawannb-iotconnectivityindonesia
LoRaWAN atau Seluler untuk IoT di Indonesia
Daftar isi

Pilih koneksi IoT berdasarkan lokasi, sumber daya, ukuran data, dan siapa yang merawat jaringannya. Seluler cocok untuk perangkat tersebar jika cakupan tersedia. LoRaWAN, jaringan radio hemat daya lewat gateway di lokasi, layak diuji untuk banyak sensor yang berdekatan. WiFi perlu pengelolaan yang jelas. Sebelum membeli, periksa dukungan operator dan ketentuan perangkat di Indonesia.

Bagian berikut membandingkan ketentuan di Indonesia, risiko lapangan, dan pola biaya tahunan. Gunakan kebutuhan lokasi serta penawaran penyedia Anda sebagai dasar perhitungan.

Pilihannya apa saja?

Meter air, sensor suhu, pelacak GPS, dan panel alarm membutuhkan jalur komunikasi untuk mengirim data. Empat pilihan berikut berbeda terutama pada pengelola jaringan, kebutuhan daya, dan ukuran data.

PilihanJaringan milikListrikData yang muatBiaya rutin
WiFiPengelola lokasi (Anda, penyewa, gedung)Listrik PLNLegaKoneksi yang ada dan pemeliharaan jaringan
4G (LTE, termasuk modul Cat-1 yang lebih ringan)Operator selulerListrik PLN atau baterai besarLega, video pun bisaSatu kartu SIM per perangkat
NB-IoT / LTE-MOperator seluler, mode hemat dayaUmur baterai mengikuti interval kirim dan cakupanTelemetri kecil; LTE-M mendukung transfer lebih besarSatu kartu SIM per perangkat, paket IoT
LoRaWANAnda sendiri, lewat gateway di lokasiUmur baterai mengikuti interval kirim dan cakupanPuluhan byte per pesanSatu koneksi internet per gateway

NB-IoT dan LTE-M itu 4G versi irit. Perangkatnya tidur hampir sepanjang waktu, bangun sebentar untuk kirim satu bacaan, lalu tidur lagi. Baterainya bisa awet bertahun-tahun.

LoRaWAN memakai radio berkecepatan rendah dan berjangkauan jauh tanpa menara operator seluler. Sensor mengirim pesan ke gateway di lokasi. Gateway kemudian meneruskan pesan ke server melalui koneksi internet biasa.

Apa yang diizinkan di frekuensi 920-923 MHz?

Aturannya ada di Permenkominfo Nomor 2 Tahun 2023 tentang penggunaan spektrum frekuensi berdasarkan izin kelas, ditetapkan 21 Maret 2023. Peraturan ini mencabut Permen 1/2019 yang masih dikutip banyak artikel lama. Izin kelas artinya tidak perlu izin frekuensi per perangkat. Syaratnya, perangkat patuh batas teknis.

Untuk LPWAN — sebutan resmi radio hemat daya berjangkauan jauh seperti LoRa — pita 920-923 MHz punya batas berikut di Lampiran II. EIRP di sini artinya daya yang benar-benar keluar dari antena, sudah termasuk penguatan antenanya.

  • Gateway: maksimum 400 mW EIRP (26 dBm).
  • Perangkat ujung (sensor): maksimum 100 mW EIRP (20 dBm).
  • Lebar kanal: maksimum 250 kHz.
  • Duty cycle: 1% uplink (pancaran perangkat), 1% downlink (pancaran gateway).

Duty cycle adalah porsi waktu perangkat boleh memancar. Satu persen berarti sebuah perangkat hanya boleh memancar total 36 detik per jam. Kedengarannya longgar. Masalahnya, satu paket kecil di setelan LoRa paling jauh bisa makan lebih dari satu detik di udara. Sensor yang posisinya di pinggir jangkauan hanya kebagian beberapa puluh pesan per jam, bukan ratusan. Interval kirim data harus dihitung dari jatah ini.

Dua pasal lain yang terasa di lapangan. Pasal 11 mewajibkan setiap perangkat yang dipakai di Indonesia memenuhi standar teknis, dibuktikan dengan sertifikat dari Komdigi. Pasal 10 membatasi LPWAN seluler — NB-IoT dan LTE-M — hanya untuk operator seluler berizin. Jadi gateway LoRaWAN sendiri di lokasi sendiri boleh. Jaringan NB-IoT sendiri tidak.

Jebakan yang paling sering: beli perangkat dari marketplace luar negeri. Perangkat LoRaWAN dijual per varian wilayah, dan The Things Network menggunakan label wilayahnya sendiri. Jangan menyimpulkan frekuensi yang diizinkan hanya dari label tersebut. Periksa agar seluruh kanal yang diatur berada dalam alokasi 920–923 MHz Indonesia. Sensor murah varian EU868 atau US915 memancar di frekuensi yang salah. Tidak akan nyambung ke gateway lokal yang disetel benar, dan tidak sah dipakai di sini.

Di mana tiap pilihan biasanya gagal?

Tiap pilihan punya satu titik lemah yang muncul terus.

WiFi gagal karena bukan milik kita. Hari pertama lancar. Enam bulan kemudian gedung ganti router, ganti password, atau memasang captive portal — halaman login yang biasa muncul di WiFi hotel. Tidak ada yang mengabari perangkatnya. Kalau access point-nya tidak Anda pegang, perangkat Anda bergantung pada jadwal kerja tim IT orang lain.

4G gagal di dalam ruangan dan di urusan kartu. Basement, ruang panel, dan gedung berangka baja menelan sinyal. Urusan kartunya gagal diam-diam: masa aktif habis, atau kartu terdaftar atas nama teknisi yang sudah keluar. Soal ini sudah kami bahas di artikel aturan kuota tak hangus untuk perangkat IoT.

NB-IoT gagal di luar kota besar. Operatornya jualan, tetapi cakupannya belum rata. Halaman produk Telkomsel sendiri menulis jaringan NB-IoT-nya bisa dijangkau di kota-kota besar seluruh Indonesia. Kalimat itu sekaligus memberi tahu apa yang tidak dijanjikan. Sebelum pesan banyak, pasang satu perangkat uji di titik pemasangan yang sebenarnya. Bukan di kantor.

LoRaWAN gagal di gatewaynya. Satu gateway untuk lima puluh sensor berarti satu kotak yang, begitu listrik atau internetnya putus, membungkam lima puluh sensor sekaligus. Perlakukan sebagai infrastruktur: listrik cadangan, jalur internet kedua (backhaul) kalau datanya penting, dan pemantauan untuk gateway itu sendiri. Logikanya sama dengan pembahasan titik rawan tunggal di gateway dan broker IoT.

Satu lagi yang sudah tidak ada: 3G. Operator di Indonesia mematikannya pada 2022-2023 atas arahan pemerintah. 2G masih hidup karena orang masih butuh telepon dan SMS, dan XL menyebut 2G-nya akan berhenti alami seiring pemakainya habis (detik, Agustus 2023). Modul yang hanya bisa 2G, semurah apa pun, jangan dibeli.

Pasar global sedang condong ke mana?

Arah pasar dunia bisa jadi pegangan. IoT Analytics (29 April 2026) mencatat koneksi IoT seluler tumbuh 13,3% sepanjang 2025, jadi 4,7 miliar. Dari sisi pengiriman modul, NB-IoT memimpin dengan 33,5%, disusul LTE Cat-1 bis 21,4% dan 4G biasa 18,6%.

Cat-1 bis adalah modul 4G sederhana dengan satu antena. Kapasitasnya memadai untuk telemetri dan pembaruan firmware, dengan biaya lebih rendah daripada modul 4G penuh. Karena memakai jaringan 4G biasa, pilihan ini layak dipertimbangkan untuk perangkat yang terhubung ke listrik PLN.

Berapa biayanya per tahun?

Harga satuan berubah tiap kuartal. Yang lebih penting pola biayanya. Seluler naik per perangkat. LoRaWAN naik per lokasi.

Model sederhananya begini. Angkanya ilustrasi — ganti dengan penawaran terbaru:

  • Seluler: jumlah perangkat × biaya SIM per bulan × 12. Kalau Rp30.000 per kartu per bulan, 50 sensor makan Rp18 juta per tahun. Setiap tahun.
  • LoRaWAN: harga gateway plus pemasangan (sekali), ditambah satu koneksi internet per gateway per bulan. Satu gateway outdoor sekitar Rp10 juta dan satu kartu Rp100.000 per bulan untuk gateway itu: Rp11,2 juta di tahun pertama, Rp1,2 juta per tahun sesudahnya.

Yang belum masuk hitungan juga harus dicatat. LoRaWAN butuh orang yang bisa mengurus network server — perangkat lunak yang memilah pesan dari gateway — dan merencanakan cakupan. Sensor bersertifikat dengan varian wilayah yang benar lebih mahal dari barang marketplace. Seluler butuh orang yang mengurus perpanjangan kartu. Perangkat baterai yang menggunakan 4G juga jauh lebih boros daripada NB-IoT atau LoRa.

Titik impas bergantung pada jumlah perangkat dan sebaran lokasi. LoRaWAN layak dibandingkan untuk banyak sensor di satu lokasi. Seluler lebih mudah dikelola untuk sedikit perangkat yang tersebar, selama cakupannya memadai.

Pilihan menurut lokasi dan sumber daya

Memuat diagram…

Beberapa pola yang sering kami temui:

  • Kandang ayam, pabrik, kampus, kebun. Sensornya banyak, pagarnya satu, dan sinyal di dalam bangunan logam sering buruk. Satu-dua gateway LoRaWAN biasanya paling pas. Desain telemetrinya ada di artikel pemantauan kandang close house.
  • Meter air atau listrik tersebar di satu kota. Baterai, posisi tetap, lokasinya berjauhan. NB-IoT, setelah uji cakupan di posisi pemasangan yang umum untuk tiap jenis meter.
  • Pelacak kendaraan dan aset. Bergerak, lintas provinsi. Bandingkan 4G Cat-1 atau LTE-M jika operator memastikan layanan serta dukungan mobilitasnya. LoRaWAN kurang sesuai kecuali kendaraan tetap berada di area yang tercakup gateway Anda.
  • Kamera dan apa pun yang mengirim video. 4G atau kabel. Radio hemat daya tidak ada yang kuat membawa video.
  • Controller di hotel atau kantor yang WiFi-nya dikelola rapi. WiFi, dengan perangkat di segmen jaringan sendiri, terpisah dari jaringan tamu.

Apa yang dicek sebelum beli perangkat?

  1. Varian wilayah. Perangkat dan gateway LoRaWAN: periksa kanal terhadap alokasi 920–923 MHz Indonesia, selain nama rencana wilayahnya. Modul seluler: harus mendukung band 4G operator Anda, bukan hanya 2G/3G.
  2. Sertifikat. Minta sertifikat perangkat Indonesia untuk model yang persis itu. Tidak ada sertifikat, tidak ada PO.
  3. Uji cakupan di titik asli. Satu perangkat, dipasang di tempat tinggalnya nanti, kirim data selama seminggu. Sinyal bagus di kantor tidak berarti apa-apa.
  4. Jatah waktu pancar (LoRaWAN). Pastikan interval kirim data muat di duty cycle 1% pada setelan jangkauan terjauh.
  5. Siapa pegang apa. Perpanjangan kartu, listrik dan internet gateway, pembaruan network server. Tulis satu nama untuk tiap urusan.
  6. Backend tidak terikat radio. Jangan biarkan pilihan radio masuk ke model data aplikasi. Dengan begitu satu lokasi bisa pindah dari 4G ke LoRaWAN tanpa menulis ulang aplikasinya. Pemisahan ini dibahas di panduan backend IoT.

Uji cakupan sebelum perangkat dipasang dalam jumlah besar. Mengganti modul pada dua ratus perangkat yang sudah terpasang membutuhkan kunjungan serta pekerjaan ulang. Uji satu minggu di lokasi dapat membantu mencegah biaya tersebut.

Artikel Terkait

Perlu bantuan menerapkan solusi ini?

Pengembangan Sistem Pemantauan Perangkat IoT

Satukan data meter, sensor, dan perangkat lain dalam satu dasbor. Pantau pembacaan terbaru, riwayat data, dan gangguan sesuai kebutuhan operasional.

Lihat layanan terkait

Ceritakan kendala operasional Anda agar kita dapat membahas langkah yang sesuai.

Bagikan artikel
Diskusi Awal Gratis