Tunas Akara
Kembali ke Portofolio
Jaringan Emergency Button

Jaringan Emergency Button

Tahun: 2026Peran: IT Consultant / Software Architectiot

Proof of concept satu lokasi tumbuh jadi jaringan alert bersupervisi ~100 titik: heartbeat liveness, eskalasi per area, audit trail tiap penekanan.

Tech Stack

GoNext.jsMQTTPostgreSQLTelegram API

Jaringan Emergency Button

Sistem alert darurat ini kini mencakup sekitar 100 lokasi fasilitas publik. Awalnya cuma proof of concept satu lokasi. Saya merancang dan membangunnya dari nol, lalu membawanya sampai ke deployment penuh.

Tantangan

Panic button adalah sistem yang Anda harap tidak pernah menyala. Itu membalik masalah engineering yang biasa. Uptime tidak bisa dibuktikan dari traffic: tombol yang sehat dan tombol yang mati terlihat identik saat tidak ada yang menekannya. Pengelola lokasi perlu tahu sebuah tombol masih hidup sebelum ada keadaan darurat, bukan sesudahnya.

Dan saat penekanan benar-benar terjadi, itu harus sampai ke responder yang tepat dalam hitungan detik. Tidak boleh tertidur di channel yang hari itu tidak ada yang memantau.

Solusi

Backend-nya berjalan di atas heartbeat bersupervisi. Setiap gateway lapangan melapor pada interval tetap. Background worker menyapu seluruh jaringan secara terus-menerus. Lokasi yang hening berpindah ke status warning setelah ambang batas pertama, lalu ke offline setelah ambang batas kedua.

Presence dan alarm berjalan sebagai sinyal terpisah. Heartbeat yang cuma mengulang "masih di sini" tidak pernah membuat insiden, jadi operator tidak terlatih mengabaikan alert yang sungguhan. Alert dirutekan berdasarkan role dan area. Rantai eskalasi memindahkan penekanan yang belum diakui ke supervisor, lalu ke desk operasi pusat mengikuti timer.

Setiap penekanan, perubahan status, dan notifikasi tercatat di log append-only. Tombol punya status armed atau disarmed. Penekanan tidak sengaja tetap tercatat tanpa memanggil siapa pun.

Dampak

Jaringan ini sekarang berjalan di sekitar seratus lokasi yang tersebar, naik dari satu lokasi awal, dengan liveness yang diperiksa terus-menerus, bukan diasumsikan. Tombol yang mati muncul sebagai warning dalam waktu sekitar satu menit, bukannya diam sampai ada yang membutuhkannya. Alarm palsu tercatat dan ditutup tanpa memicu eskalasi.

Itu menjaga channel alert tetap layak dipantau, bukan jadi satu lagi hal yang di-mute. Ini disiplin yang sama dengan yang saya tulis di merancang panic button untuk 100 lokasi.